Penggunaan metal detector dalam pelaksanaan UTBK-SNBT bukan sekadar formalitas, melainkan garda terdepan untuk menjaga integritas ujian dari upaya kecurangan menggunakan alat komunikasi elektronik tersembunyi.
Berikut adalah Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan metal detector pada tahap persiapan sebelum peserta memasuki ruang ujian:
Sebelum peserta datang, pengawas atau petugas keamanan harus memastikan hal-hal berikut:
Pengecekan Baterai: Memastikan baterai metal detector dalam kondisi penuh (tidak lemah/low batt).
Uji Coba Sensitivitas: Melakukan tes pada benda logam kecil (seperti kunci atau koin) untuk memastikan alat berbunyi atau bergetar dengan benar.
Posisi Pemeriksaan: Petugas berdiri di depan pintu masuk ruang ujian atau di area transit yang sudah ditentukan.
Sebelum pemindaian dilakukan, petugas wajib memberikan instruksi singkat kepada peserta:
Meminta peserta mengeluarkan semua benda logam dari saku (kunci, koin, ponsel, pemantik).
Meminta peserta melepas jaket, ikat pinggang dengan kepala logam besar, atau jam tangan (jika dilarang masuk).
Memastikan peserta hanya membawa dokumen yang diizinkan (Kartu Peserta dan Fotokopi Ijazah/Identitas).
Proses pemindaian dilakukan dengan jarak sekitar 3–5 cm dari tubuh peserta dengan urutan sebagai berikut:
Bagian Depan: Mulai dari pundak turun ke arah lengan, area dada (saku kemeja), perut, hingga kaki.
Bagian Belakang: Pemindaian dilakukan di area punggung hingga pinggang.
Area Krusial: Perhatian khusus diberikan pada area telinga (mengecek earpiece), kerah baju, dan lipatan celana/rok yang sering digunakan untuk menyembunyikan perangkat kecil.
Jika metal detector mendeteksi adanya logam:
Verifikasi Manual: Petugas meminta peserta menunjukkan bagian yang memicu bunyi tersebut secara sopan.
Logam Wajar: Jika pemicunya adalah kancing logam, ritsleting, atau kawat bra, peserta diperbolehkan lewat setelah dipastikan tidak ada perangkat elektronik.
Benda Terlarang: Jika ditemukan perangkat elektronik (HP, spy cam, earpiece), benda tersebut wajib disita/dititipkan, dan kejadian tersebut dicatat dalam berita acara ujian.
Pemeriksaan Searah Gender: Sebisa mungkin, peserta wanita diperiksa oleh petugas wanita, dan peserta pria oleh petugas pria untuk menjaga kenyamanan.
Tanpa Kontak Fisik berlebih: Fokus utama adalah penggunaan alat tanpa harus menyentuh tubuh peserta secara agresif.